Spesies Katak Baru,Mungil dan Cuma Punya Tiga Jari

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQYMETAmH-y5OJQciFh9QPmZlmI-1eOgI9IqH9KQtV0zYOFvUsJmPoIcNz0
SAO PAULO – Satu lagi spesies katak baru ditemukan, menambah kekayaan jenis amfibi di dunia. Biolog dari Paulista State University di Sao Paulo, Brasil, Michel Garey, menemukan katak unik di cagar alam wilayah Guaraquecaba, Brasil.
Katak tersebut dinamai Brachycephalus tridactylus . Garey menuturkan, katak itu unik karena ukuran dan jumlah jari yang dimiliki. Sementara katak lain punya empat jari, katak baru ini cuma punya tiga jari di tiap kakinya. Menurut Garey, hal itu lebih disebabkan oleh proses evolusi, bukan lingkungan. Selain itu, ukuran katak pun mungil, cuma 1,5 cm, tak lebih besar dari ukuran permen karet.
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVVP8Umjbiy8CZjrJFkSFZjtKE3zkStCmAVOJjFohn_YzmJh21HeW5NEGD
Dilihat dari penampakannya, katak memiliki warna oranye dengan bintik berwarna kuning langsat di tubuhnya. Pejantan spesies ini memproduksi 30 panggilan kawin tiap harinya. Panggilannya punya ciri khas sebab satu nada panggil dari awal hingga akhir memiliki frekuensi yang terus menurun.
Brachycephalus tridactylus ditemukan di ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Wilayah tempat ditemukannya katak unik ini memiliki luas 2.253hektar dan diketahui menyimpan 43 jenis katak. Ilmuwan sendiri memprediksi ada sekitar 650 jenis amfibi di Brasil.
Tentang penemuan katak spesies baru ini, Garey seperti dikutip Discovery , Sabtu (3/11/2012), mengungkapkan,”Itu terjadi pada tanggal 14 Februari2007. Hari ulang tahun saya. Betapa pengalaman yang menyenangkan.”
Meski demikian, penemuan tersebut baru dipublikasikan pada Juni 2012 di jurnal Herpetologia .
“Butuh waktu 18 bulan dari awal 2011 untuk mengoleksi tujuh spesimen dari katak spesies baru itu, kembali ke museum untuk membandingkan dengan spesies lain, menyadari bahwa itu merupakan spesies baru, menulis paper, dan akhirnya menerbitkannya di jurnal,” urai Garey.
Katak merupakan anggota amfibi, hewan berdarah dingin yang mampu hidup di ekosistem darat maupun perairan. Berdasarkan data Global Amphibian Assesment, sepertiga amfibi berada pada kategori terancam dan 120 spesies diperkirakan punah sejak tahun 1980. Pengetahuan tentang katak penting sebab hewan itu bisa berfungsi sebagai bioindikator kualitas lingkungan.

Categories: Aneh dan Unik, Hewan | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: